Jakarta (ANTARA) - Mata uang rupiah terhadap dolar AS pada awal pekan sore menguat 25 poin di tengah sentimen negatif eksternal yang membayangi.
Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta Senin sore bergerak menguat 25 poin menjadi Rp9.140 dibanding sebelumnya di posisi Rp9.165 per dolar AS. Analis Milenium Danatama Sekuritas, Abidin di Jakarta, Senin, mengatakan penguatan rupiah cenderung didorong dari kabar emiten dalam negeri yang berencana membagikan dividen.
"Rupiah berbalik arah ke area positif setelah sepanjang perdagangan mata uang di dalam negeri rupiah berada dalam area negatif," ujarnya.
Ia menambahkan, minimnya sentimen positif dari global mendorong Bank Indonesia (BI) mengintervensi pergerakan rupiah di pasar, kondisi itu membuat nilai tukar dalam negeri terapresiasi.
Kendati demikian, kata dia, sentimen negatif global yang datang dari Spanyol terhadap kenaikan yield obligasinya tidak menunjukkan tanda-tanda mereda.
"Outlook Eropa masih negatif, dan berpotensi melanjutkan penurunan seiring tidak ada yang sentimen meredam kekhawatiran atas Spanyol," kata dia.
Analis pasar uang Bank Himpunan Saudara Rully Nova menambahkan, nilai tukar dalam negeri bergerak menguat terhadap dolar AS meski dibayangi sentimen negatif global.
"Rupiah masih terimbas dari laporan keuangan emiten yang terbilang positif," ujarnya.
Meski demikian, kata dia, penguatan rupiah diperkirakan bergerak dalam jangka pendek seiring masih kuatnya sentimen negatif dari global yang masih membayangi.
Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada, Senin (9/4) tercatat mata uang rupiah bergerak melemah menjadi Rp9.168 dibanding posisi sebelumnya di posisi Rp9.159 per dolar AS. (rr)





0 komentar:
Posting Komentar